Oleh: taufikmjc | September 11, 2008

Demokrasi yang mahal 1

menjelang Pemilu 2009 semakin riuh saja kejadian kejadian di bangsa tercinta kita, yang paling menggelikan adalah KPU dan partai-partai yang berulah yang semestinya menjadi teladan pembelajaran politik bagi masyarakat indonesia tetapi sekarang menjadi momok bagi sebagian orang bahkan terkadang juga mengajarkan hal-hal yang negatif bagi perkembangan demokrasi dan perjalanan bangsa ini. munculnya partai-partai baru yang banyak dan membingungkan, Konflik internal partai, proses verifikasi KPU yang mengakibatkan pak mantan presiden kita gusdur geram dan memberi komando untung mengepung KPU, yang kesemuanya itu bermuara pada sebuah kursi, baik kursi presiden maupun anggota dewan,

kita tahu akhir2 ini banyak diberitakan di media tentang konflik di tubuh partai politik, mulai dari kepengurusan ganda, penentuan visi misi yang retorika semata, perkelahian antar caleg akibat memperebutkan nomor urut, bahkan muncul panglima perang yang memberikan komando untuk mengepung KPU, entahlah apa maksud dan tujuan konflik diatas, tapi saya yakin bukan ini yang diinginkan rakyat, rakyat hanya ingin tentram hidup damai, kalaupun toh mereka bbutuh pembelajaran politik tapi itu yang sehat, bukan seperti yang kita lihat akhir2 ini.

sangat menarik memang untuk memperebutkan sebuah kursi di DPR atau bahkan Presiden, tapi yang paling menarik tentu kursi Anggota Dewan yang panas itu. saking antusiasnya untuk memperebutkan sebuah kursi di Majene kader partai Demokrat bertengkar memperebutkan nomor urut cantik.

bersambung……….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: