Oleh: taufikmjc | Januari 25, 2008

Selamat Tinggal Pegawai Kantoran





Ini adalah opini sahabat saya Ario di http://ariopunya.web.id cukup menarik untuk di komentari ato sekedar sharing, untuk lebih jelasnya berikut tulisan beliau

****************************************************************

Karyawan kantoran … status yang membanggakan bagi sebagian lulusan sekolah baik itu SMA maupun anak bangku kuliahan. Dengan status karyawan anak-anak fres graduate merasa di posisi lebih tinggi dari pada seorang yang berwiraswasta, tapi… ada menurut aku ada sesuatu yang mengekang dan kurang saat kita menjadi karyawan.

Saat kita menjadi karyawan apalagi kantoran jam kerja kita di patok dan jam segini sampai jam segini, dan kita harus mengerjakan ini dan itu, sedangkan kata hati aku kadang tidak ingin mengerjakan pekerjaan ini… karena saya memang bukan di bidang ini.

Saya kadang berfikir pengen bisa usaha sendiri meskipun itu kecil-kecil, MANDIRI itu yang aku harapkan bukan menjadi pekerja kantoran seperti yang di banggakan para fresh graduate saat ini. Andai kata aku bisa berwirausaha… berngkat pagi di panggil Bos… datang siang dipanggil Bos… dateng malam juga tetep Bos…

*************************************************************************

Kalo bagi saya setuju aja opini seperti diatas, karna memang kenyataannya pemuda sekarang banyak yang lebih memilih jadi pekerja kantoran, yang berdasi ato sekedar berpakaian rapi, mereka sangat bangga ketika melamar di perusahaan, interview bahkan samapi bisa masuk bekerja didalamnya, untuk membantu si “bos” memperkya diri, ya bener sih dapat gaji menarik dari perusahaan tsb,

Tapi bagi saya setelah di pikir pikir ini adalah pembunuhan karakter, ato pemboikotan intelengensi, meskipun pada awalnya saya sangat pengen sekali memduduki posisi dikantoran, jabatan OK, masuk pagi pulang sore ato malem, duduk manis di depan komputer, “gajimu sekian ya! tanggung jawabmu ini,ini,ini,ini, dan itu,” kata si bos aku hanya jawab dengan anggukan kepala. dan aku sangat bangga jadi pegawai kantoran. di kantor saya merasa banyak berinteraksi dengan orang2 memperluas koneksi, penambah ilmu, pengetahuan, penghasilan tentunya. tapi kenapa cuma ini? toh aplikasi ilmu yang kita peroleh selama di gunung bisa digunakan sendiri, tidak harus dikasih apalagi sampe dimanfaatkan diri sendiri.

Padahal kalo kita omptimalkan ide kita sendiri untuk ini,ini,ini,ini, dan itu saya yakin kita bisa lebih dari pada hanya jadi pegawai kantoran yang di sekat pada satu bidang, padahal otak dasar manusia adalah dagang dan untung, dan saya pikir inilah waktunya untuk merintis, menumpahkan ide ide saya untuk diri sendiri bukan untuk orang lain lagi, ada anggapan lebih baik jadi raja kecil dari pada jadi jendral besar, good.

he…he… sr ini sekedar sharing aja, cuma ide, meskipun pada kenyataannya sangant sulit untuk memulai sesuatu untuk diri sendir dan kita lebih cenderung untuk menjalankan sistem yang sudah ada, tapi marilah kita buat sistem, tumpahkan ide2 kita, dan jadilah raja. nikmati dan manfaatkan hidup yang sebentar ini dengan sebaik2nya, berbaktilah pada orang tua yang telah melahirkan kita, dia tidak butuh uang yang dikirim via ATM tiap bulan ke kampung, dia hanya butuh perhatian kita dah kasih sayang, jadilah manfaat dimanapun kau berada, jangan mau dimanfaatkan. ikuti kata hati semua mungkin kalo kita mau. ha..ha… kok tulisan gue nyampe kemana2 ya…maaf gak pernah ikut seminar jurnalistik, kalo jurnalistrik iya…ha..ha..

regards
taufik


Responses

  1. setuju banget!!!

  2. tambah 1 lagi

  3. Aq sekretaris di sebuah perusaan,disamping tu aq jg pedagang (usaha pulsa kecil2an). Setelah aku baca opini kamu,aku merasa opini km benar juga,knp kita bangga dgn jendral besar kalo kita bs jd raja kecil.
    Menurutku.kalo kita bs menyelam sambil minum aìr,kenapa tdk?toh… kita jadi enak karena kita dpt uang dr tangan kanan dan kiri (asal bs atur waktu,tenaga,pikiran dan uang tentunya).
    Jd yg kulakukan sampe skarang adl ya…jd jendral bsr dikantor skaligus jd raja kcl dirumah,ato karna aq maruk ya,ha…9x


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: